Raga Tak Berjiwa
Karya: Yuanita DA
Tatapan mataku kosong, tanpa fokus, seperti mata patung.
Wajahku datar, tanpa ekspresi seperti dinding.
Tubuhku kaku, seperti kayu.
Senyumku terasa berat untuk diukirkan, seperti memikul beban tak kasat mata.
Telingaku bisa mendengar semua hal di dunia ini,
mataku bisa melihat semua hal di dunia ini,
kulitkupun bisa merasakan semua hal di dunia ini.
Namun, semua itu tidak berarti.
Telingaku tidak lagi bisa mendengar suara indahmu,
seperti alunan musik yang menenangkan.
Mataku tidak lagi bisa melihat rupamu,
senyumanmu, netra mu, yang lebih dari sekedar kata indah.
Jika saja menjadi sesuatu yang indah adalah kompetisi,
pasti dirimu yang menang.
Kulitku tidak lagi bisa merasakan sentuhan lembut darimu,
tidak lagi bisa merasakan hangatnya hembusan nafasmu.
Ratusan lagu sudah kudengarkan,
namun alunannya tidak ada yang semerdu suara lembut milikmu.
Ratusan lukisan sudah kulihat,
namun keindahannya tidak bisa menandingi rupa dan senyumanmu.
Ratusan benda dan suhu sudah dirasa oleh kulitku,
tapi tidak ada yang membuat tenang saat kau menyentuhku.
Aku bukan sekadar menginginkanmu. tanpamu melodi kehidupan kehilangan harmoninya.
Aku hidup saat kamu disisiku,
kamu adalah alasan ku'tuk jadi lebih baik lagi.
Aku bahagia saat kamu disisiku,
kamu adalah cahaya yang datang menyinari gelapnya kehidupan.
Tampilanku mungkin kosong dan terlihat suram serta sunyi,
tapi pikiranku, ia berisik sekali menyebut namamu di setiap detiknya.
Aku tidak pernah meninggalkan satu detikpun dalam hidupku
untuk tidak memikirkan dirimu sendiri.
Ingin rasanya dirimu ada disini.
Merakit kenangan bersama.
Kembalilah pada diriku sendiri.
Buatlah kekecewaan ini hilang seutuhnya.
Comments
Post a Comment