Irama Arloji Bersamanya
Karya: Yuanita D.A
Sore hari yang merona.
Langit berhias lembayung jingga, indah nan gemilang.
Elok sekali mata memandang.
Namun, begitu pandangan bertabuh pada insan disamping.
Eloknya semburat jingga itu seolah tak sebanding dengan pesona dirinya.
Dalam dirinya, aku menemukan jelmaan sempurna.
Terkesan berlebihan, namun itu nyatanya.
Tawa renyahnya, melenyapkan rasa cemas yang merauk isi kepalaku.
Lelucon yang ia keluarkan berhasil membuat ku tersenyum, sejenak melupakan badai yang sedang mengombang-ngambingkan pikiranku.
Ketika netra saling beradu.
Sebuah pintu terbuka, seolah mencoba menerobos masuk ke dalam jiwa.
Berbisik tanpa suara, tentang cinta yang tak bisa diukur.
Sejenak kita berlabuh di bawah pohon bunga melati.
Harum bunga itu semanis rupanya yang memukau.
Hadirnya bagaikan buku yang selalu membawaku masuk ke dalam tiap prakata.
Dekatnya adalah candu, yang membuatku ingin selalu bersama dengan dirinya.
Jantungku berdetak, seperti irama arloji yang tak pernah lenyap jika bersamanya.
Senja kala itu sederhana namun sangat berarti, bagai peran setetes air dalam kehidupan yang tak sempurna.
Comments
Post a Comment