Sang Pembawa Pesan Misterius
Karya: Yuanita DA
Sendiri ia hidup, dunianya sunyi,
Tiada tawa, tiada riang, hanya kehampaan yang membelenggu.
Semesta miliknya tak sempurna, berlubang di sana sini,
Namun setiap langit berubah gelap, sepucuk surat selalu mendekat.
Misterius. Asalnya tak terjamah akal pikiran,
Siapa orang yang mengirimnya adalah teka-teki.
Malam demi malam, rutinitasnya tak pernah berubah.
Termenung tanpa pikiran, waktu di arloji pun terasa lambat.
Ketika surat bertamu di depan pintu, tangan yang gemetar meraihnya perlahan.
Kertas suram, aksara samar, namun maknanya jelas.
Usai membaca, ia bergidik ngeri, dilemparnya surat itu.
Kemudia menghilang dalam kegelapan.
Hingga suatu malam, rasa ingin tahu melingkupi jiwa,
Ia bertahan di luar, di rumah yang sunyi, sepi, dan gelap.
Menanti sosok bayangan, sang pembawa pesan misterius.
Namun malam itu, kertas suram itu tak kunjung tiba.
Malam berikutnya, penantian sia-sia, lagi-lagi ia tak bertemu sang penyampai pesan.
Malam kembali bergeser, ia tak lagi menunggu.
Entah bagaimana, surat itu kembali menyapa.
Ngeri mencekam, jari tak berani menyentuhnya sedikit pun.
Lambat laun, kesadaran mulai memenuhi pikiran.
Tiap saat surat dinanti, ia enggan datang.
Namun saat tak acuh, ia datang tanpa ragu.
Melampaui batas nalar, sebuah kebenaran yang menyentak,
Ternyata, dirinyalah sang pengirim surat itu selama ini.
Sosok yang selama ini ia cari rupanya sangat dekat dengan dirinya.
Comments
Post a Comment